2020 Pemko Gunungsitoli Gelar Musabaqah Syahril Qur’an IX dengan hikmat dan sederhana

  • Whatsapp
banner 468x60

 

Linkberita.id-Pelaksanaan Lomba Cabang Syarhil Quran pada MTQ IX Kota Gunungsitoli 2020 yang begitu hikmat saat ini sedang di gelar secara sederhana.

kegiatan tersebut memelukan waktu selama 2 hari, dari tanggal 20 hingga 21 Maret 2020, bertempat di Gedung Pondok Pesantren Putri Ummi Kalsum, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli.

Cabang Syarhil Quran ini terdiri atas Regu Putra dan Putri dan diikuti sebanyak  (17) regu, yakni 7 regu Putra dan 10 regu Putri.

Foto : Dewan Juri kegiatan Lomba Cabang Syarhil Quran

Dan batasan umur peserta cabang Syarhil Quran ini adalah 15 – 18 tahun.

Adapun para peserta merupakan utusan, diantaranya terdiri dari Kecamatan Gunungsitoli Utara dan Gunungsitoli Idanoi berjumlah 2 regu, dan utusan keterwakilan tingkat Sekolah SLTP/MTS, SMA/SMK/MA sederajat yang ada di Kota Gunungsitoli sebanyak 8 regu ( Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Aliyah Swasta Ashabul kahfi, Madrasah Aliyah Swasta Ummi Kalsum, Madrasah Tsanawiyah Swasta Nadhlatul Ulama, sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 32, Madrasah Tsanawiyah Swasta Ummi Kalsum, dan Madrasah Tsanawiyah Negeri ), adapun waktu tampil setiap regu Syarhil Quran ini selama 15 – 20 menit per/regu, ujar sekretaris pelaksana Muhammad Alhabib Zendrato,SE kepada para insan wartawan,sabtu 21/03/2020.

lebih lanjut, Alhabib memaparkan Musabaqah Syarhil Qur’an adalah bidang musabaqah yang mengungkapkan isi kandungan Al-Qur’an dengan cara menampilkan bacaan, puitisasi/terjemah dan uraian yang menunjukan kesatuan yang serasi, ujarnya.

Alhabib melanjutkan, Peserta terdiri atas tiga orang terdiri atas seorang pembaca ayat, seorang pembaca terjemah/puitisasi, dan seorang pengungkap isi kandungan Al-Qur’an.

Adapun materi yang disampaikan dalam musabaqah pada bidang Syarhil ini adalah berbagai topik yang memiliki landasan keseharian sekitar yang terdiri atas aqidah, ibadah, akhlak, kemasyarakatan/muamalah, dan lainnya.

Adapun tatacara penampilan cabang Syarhil Quran ini adalah setiap peserta tampil di panggung secara bersama dalam satu regu, lalu mengucapan salam disampaikan oleh pensyarah di awal dan diakhir penampilan dengan urutan penyajian adalah pembaca ayat, penerjemah, dan pensyarah.

Ada tiga bidang penilaian dalam cabang Syarhil Quran ini, yakni pertama, Bidang ketepatan Terjemah dan Materi, Sistematika dan Isi serta Kaidah dan Gaya Bahasa.

Kedua, Bidang Penghayatan dan Retorika meliputi Vokal dan Artikulasi, Intonasi dan Aksentuasi, Gaya dan Mimik dan Kesopanan dan Keserasian.

Dan ketiga, Bidang Tilawah, meliputi penilaian dalam hal Tajwid, Lagu dan Suara dan Fashahah.

dari amatan wartawan di lokasi perlombaan, para peserta dan penonton kurang lebih sekitar 25 orang.

adapun majelis hakim/dewan juri serta yang membidangi di antara lain sebagai berikut:
-Bidang Sarahan: Ust. Dr. M. Abdi Lbs, M.Si dan Muallimah Dra.Herniati Ziliwu
-Bidang Tilawah: Ust. Akmal Nas Hulu,S.Pd dan Muallimah Sri Mawarni Hia
-Bidang Retorika dan Penghayatan Ust. Budiman Alamsyah telaumbanua,S.Pd dan Ust Wajidin telaumbanua, SE
(Efc)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *